Mengenal Ayah
Ilustrasi Foto: Pexels Ia adalah orang yang paling bahagia ketika kita lahir di dunia. Mungkin sikapnya tidak selembut Ibu. Namun, tanpa kita tahu hatinya amatlah lembut. Ia memikul tanggung jawab yang sangat besar tanpa pernah mengeluh sedikit pun. Perawakannya tinggi, badannya kurus, kulitnya berwarna kuning langsat, serta hidungnya yang mancung. Ia adalah ayahku. Sewaktu kecil, ia merupakan sosok yang selalu aku idam-idamkan untuk menjadi pendamping hidupku kelak. Ia yang selalu membacakan dongeng sebelum aku tidur, ia yang mengajakku berkeliling dengan sepeda motornya, ia yang selalu bermain denganku bahkan sebelum ia berangkat kerja. Saking dekatnya dengan ayahku, aku selalu menangis ketika melihat dia akan berangkat kerja dan memintanya agar tetap berada dirumah bersamaku. Atau, pada hari-hari tertentu aku akan diajak olehnya ke tempat kerjanya. Namun, ketika aku beranjak remaja. Pandanganku terhadap Ayah tidaklah lagi sama. Ayah yang dulu aku kenal sebagai so...